Mungkin bagi sebagian kita bertanya-tanya mengapa sistem pencoblosan untuk pemilu 2009 yang akan datang dirubah dari yang sebelumnya dengan sistem coblos(paku) diganti dengan sistem centang(pulpen). Dari filosofi keberadaan benda itu sendiri saja kita sudah bisa mengira-ngira kalau kita benar-benar mau memikirkannya. Paku identik dengan pertukangan biasa digunakan oleh tenaga tidak terdidik dan tidak terpelajar, sedangkan pulpen kita tahu sendiri bertempat di kantor-kantor digunakan oleh tenaga terdidik/terpelajar. Dari situ kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pada pemilu 2009 nanti suara-suara tenaga tidak terdidik dan tidak terpelajar ini yang juga warga negara indonesia ini akan di eliminasi secara tidak langsung dari negeri indonesia tecinta ini. Maksudnya dengan sistem centang maka banyak surat suara yang tidak sah yang bakal ditemukan. Tidak semua warga negara kita mengetahui cara penggunaan pulpen. Sistem ini merupakan sebuah kerugian bagi parpol yang memiliki basis masa dengan tingkat pendidikan rendah. Kita tahu bahwa pada pemilu tahun 2004 parpol yang memiliki basis masa dengan tingkat pendidikan rendah yang mampu memenangkan pertarungan. Jadi jangan ”terkaget-kaget” bagi parpol-parpol yang pada pemilu 2004 kemarin memenangi pemilu, bila mengetahui perolehan suara mereka nantinya terjun bebas pada pemilu 2009 mendatang.
-
Cari itu!
-
Entri Terkini
-
Tautan