<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>demi masa</title>
	<atom:link href="http://darwin3100.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://darwin3100.wordpress.com</link>
	<description>Menggenggam Waktu, Meraih Keunggulan Diri</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Mar 2011 16:09:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='darwin3100.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>demi masa</title>
		<link>http://darwin3100.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://darwin3100.wordpress.com/osd.xml" title="demi masa" />
	<atom:link rel='hub' href='http://darwin3100.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ada apa dengan system pencoblosan pemilu yang sekarang?</title>
		<link>http://darwin3100.wordpress.com/2009/02/16/ada-apa-dengan-system-pencoblosan-pemilu-yang-sekarang/</link>
		<comments>http://darwin3100.wordpress.com/2009/02/16/ada-apa-dengan-system-pencoblosan-pemilu-yang-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 10:46:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darwin3100</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darwin3100.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin bagi sebagian kita bertanya-tanya mengapa sistem pencoblosan untuk pemilu 2009 yang akan datang dirubah dari yang sebelumnya dengan sistem coblos(paku) diganti dengan sistem centang(pulpen). Dari filosofi keberadaan benda itu sendiri saja kita sudah bisa mengira-ngira kalau kita benar-benar mau &#8230; <a href="http://darwin3100.wordpress.com/2009/02/16/ada-apa-dengan-system-pencoblosan-pemilu-yang-sekarang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darwin3100.wordpress.com&amp;blog=2631155&amp;post=11&amp;subd=darwin3100&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin bagi sebagian kita bertanya-tanya mengapa sistem pencoblosan untuk pemilu 2009 yang akan datang dirubah dari yang sebelumnya dengan sistem coblos(paku) diganti dengan sistem centang(pulpen). Dari filosofi keberadaan benda itu sendiri saja kita sudah bisa mengira-ngira kalau kita benar-benar mau memikirkannya. <span id="more-11"></span>Paku identik dengan pertukangan biasa digunakan oleh tenaga tidak terdidik dan tidak terpelajar, sedangkan pulpen kita tahu sendiri bertempat di kantor-kantor digunakan oleh tenaga terdidik/terpelajar. Dari situ kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pada pemilu 2009 nanti suara-suara tenaga tidak terdidik dan tidak terpelajar ini yang juga warga negara indonesia ini akan di eliminasi secara tidak langsung dari negeri indonesia tecinta ini. Maksudnya dengan sistem centang maka banyak surat suara yang tidak sah yang bakal ditemukan. Tidak semua warga negara kita mengetahui cara penggunaan pulpen. Sistem ini merupakan sebuah kerugian bagi parpol yang memiliki basis masa dengan tingkat pendidikan rendah. Kita tahu bahwa pada pemilu tahun 2004 parpol yang memiliki basis masa dengan tingkat pendidikan rendah yang mampu memenangkan pertarungan. Jadi jangan ”terkaget-kaget” bagi parpol-parpol yang pada pemilu 2004 kemarin memenangi pemilu, bila mengetahui perolehan suara mereka nantinya terjun bebas pada pemilu 2009 mendatang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darwin3100.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darwin3100.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darwin3100.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darwin3100.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/darwin3100.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/darwin3100.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/darwin3100.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/darwin3100.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darwin3100.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darwin3100.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darwin3100.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darwin3100.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darwin3100.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darwin3100.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darwin3100.wordpress.com&amp;blog=2631155&amp;post=11&amp;subd=darwin3100&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darwin3100.wordpress.com/2009/02/16/ada-apa-dengan-system-pencoblosan-pemilu-yang-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a560a0ad914e6d3400a3a92a5602a0f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darwin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pak de Karwo menang</title>
		<link>http://darwin3100.wordpress.com/2008/07/27/pak-de-karwo-menang/</link>
		<comments>http://darwin3100.wordpress.com/2008/07/27/pak-de-karwo-menang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 23:40:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darwin3100</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darwin3100.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Jawa Pos, Minggu, 25 Feb 2007 Mengapa Soekarwo Bisa Menang di Rakercabus PDIP di Tiga Kabupaten? Dinilai Bisa Diterima Semua Kalangan Soekarwo yang bisa &#8220;mengusai&#8221; suara di Madura saat rakercabsus penjaringan calon gubernur Jawa Timur dari PDIP pada 22 Feberuari &#8230; <a href="http://darwin3100.wordpress.com/2008/07/27/pak-de-karwo-menang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darwin3100.wordpress.com&amp;blog=2631155&amp;post=8&amp;subd=darwin3100&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jawa Pos, Minggu, 25 Feb 2007<br />
Mengapa Soekarwo Bisa Menang di Rakercabus PDIP di Tiga Kabupaten?</p>
<p>Dinilai Bisa Diterima Semua Kalangan<br />
Soekarwo yang bisa &#8220;mengusai&#8221; suara di Madura saat rakercabsus penjaringan calon gubernur Jawa Timur dari PDIP pada 22 Feberuari lalu, memang cukup menarik perhatian. Betapa tidak. Sekdakprov Jatim yang dikenal dengan sebutan Pak De Karwo ini mengalahkan Ir Sutjipto yang merupakan tokoh PDIP Jatim yang juga ketua DPP PDIP.<span id="more-8"></span><br />
&#8212;-</p>
<p>DARI 4 kabupaten di Madura, 3 kabupaten memilih Soekarwo, yakni Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Sedangkan rakercabsus di DPC PDIP Bangkalan belum memutuskan pilihannya, karena sidang berlangsung ricuh. Namun, Ketua DPC PDIP Bangkalan mengklaim hasil rakercabsus sudah final. Yaitu, berupa dukungan mutlak kepada Sutjipto 15 surat dan 3 PAC mendukung Soekarwo.</p>
<p>Yang lebih menarik lagi, di 3 kabupaten rata-rata Pak De Karwo menang mutlak. Bahkan, di Sampang secara aklamasi utusan 14 pimpinan anak cabang (PAC) sebanyak 155 orang dan DPC 13 orang memilih Soekarwo. Begitu juga di Pamekasan, Soekarwo menang secara aklamasi.</p>
<p>Kemenangan ini sempat merebakkan isu politik uang. Sebab, Soekarwo orang luar, bukan kader PDIP. Namun, isu itu ditepis pengurus DPC PDIP di 3 kabupaten. Bendahara DPC PDI Perjuangan Sampang Ruly Kusumahadi SE dan Sekretaris Amirusi SPd mengatakan, kalau money politics benar-benar terbukti dan didukung bukti-bukti yang kuat, siapa pun yang bersalah harus diberi sanksi tegas dan harus dicoret sebagai calon Gubernur Jatim dari PDI Perjuangan.</p>
<p>&#8220;Sebelum dimintakan rekomendasi ke DPP PDI Perjuangan, calon tersebut harus dicoret. Kami tidak mau mendukung calon yang berbuat curang dalam memperebutkan trah kepemimpinan di Jatim,&#8221; tegas Amirusi. Menurut dia, terpilihnya Soekarwo secara aklamasi dalam murni suara arus bawah.</p>
<p>Begitu juga dengan Sekretaris DPC PDIP Pamekasan Amir Hamzah menepis adanya isu politik uang tersebut. &#8220;Dari arena kita bisa menyaksikan, semuanya berlangsung demokratis dan aklamasi. Kita tidak melihat adanya faktor money politics itu,&#8221; katanya.</p>
<p>Mengapa Soekarwo bisa &#8220;menguasai&#8221; suara Madura? Alasan masing-masing pendudung Pak De Karwo hampir berbeda-beda. Elite politik DPC PDI Perjuangan Sampang menilai, sosok Soekarwo merupakan calon ideal gubernur Jatim mendatang. Alasannya, selain memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang pemerintahan, Sekdaprov Jatim tersebut dinilai bisa diterima oleh semua kalangan.</p>
<p>Menurut Bendahara DPC PDIP Sampang Ruly Kusumahadi SE, figur cagub Jatim yang ditampilkan PDIP harus memiliki nilai jual dan bisa diterima oleh semua pihak. &#8220;Bukan hanya diterima di internal partai saja, tapi juga didukung oleh masyarakat luas. Kriteria itu semua, memang ada di Pak Karwo. Jadi, tidak harus kader,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Hal senada juga disampaikan Sekretaris DPC PDIP Sampang Amirusi SPd. Menurut dia, untuk memenangkan pemilihan gubernur (pilgub) Jatim, PDI Perjuangan harus mencalonkan figur yang bisa diterima dan didukung oleh seluruh masyarakat Jatim.</p>
<p>&#8220;Kalau memang ada kader yang seperti itu, lebih baik memilih kader partai. Tapi, kalau tidak ada, jangan dipaksa-paksakan. Kami butuh figur yang bisa memenangkan pilgub Jatim,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Dia mengakui, fanatisme memang menjadi ciri khas massa PDIP. Tapi, saat ini, parpol banteng bermoncong putih ini sedang berbenah diri menjadi partai terbuka dan modern. Sehingga, dalam memilih pimpinan masa depan, harus benar-benar figur yang mumpuni.</p>
<p>Karena itu, kata Amirusi, siapa pun figur yang dipilih oleh DPP PDIP menjadi cagub Jatim harus diterima dan didukung oleh seluruh kader partai di Jatim. Semua perbedaan yang terjadi selama rakercabsus harus dibuang jauh-jauh. &#8220;Pak Karwo atau Pak Tjipto yang dipilih DPP, kita harus siap mendukung dan memenangkan,&#8221; imbau Amirusi.</p>
<p>Sedangkan Sekretaris DPC PDIP Pamekasan Amir mengatakan, kemenangan Soekarwo tak lepas dari berbagai faktor. Diantaranya, wacana kemenangan Pak De Karwo di sejumlah daerah di Jawa Timur, termasuk soliditas PAC dan DPC melihat figur cagub.</p>
<p>&#8220;Faktanya memang sudah memenangkan Pak Karwo. Ini harus kita hormati dan junjung tinggi,&#8221; ujarnya melalui saluran telepon, kemarin.</p>
<p>Mengenai proses pemilihan cagub dalam rakercabsus, Amir menjelaskan, semua PAC diberikan kebebasan. Dari awal sebelum rakercabsus, DPC meminta masing-masing PAC untuk berijtihad. &#8220;Tujuannya agar masing-masing PAC memiliki gambaran figur yang pas,&#8221; terangnya.</p>
<p>Kemenangan telak Pak De Karwo, menurut Amir, diantaranya karena faktor ada kecenderungan masing-masing PAC melihat wacana di luar dan melihat komposisi figur. &#8220;Masing-masing PAC kan tidak diam. Mereka juga melihat perkembangan diluar terkait figur yang tepat. Kalau masalah kader atau tidak, saya kira bagaimana mengartikan saja,&#8221; dalihnya.</p>
<p>Sementara di Sumenep Soekarwo menang dalam voting. Dia mendapat dukungan 116 suara, sedangkan Sutjipto hanya memperoleh 84 suara dan 6 suara dinyatakan tidak sah. &#8220;Ini sebuah realitas politik yang menyakitkan hati kita sendiri,&#8221; ujar kader perempuan PDIP dari Kecamatan Batuan, Ny Halimatus Sa’diyah Idris.</p>
<p>Sejak awal, munculnya nama Soekarwo dalam proses pendaftaran dan penjaringan bakal cagub dari PDI sudah memunculkan pro dan kontra. Sebab, kader PDIP boleh dibilang serba salah. &#8220;Kalau tidak mendukung kader sendiri (Sutjipto, Red), jujur saja, kita khawatir dianggap tidak loyal. Tapi, kita kan tidak mungkin menutupi aspirasi di bawah,&#8221; papar Halimatus.</p>
<p>Kekhawatiran bersama yang dialami kader PDIP, lanjutnya, kemudian menjadi kenyataan. Sosok Karwo di tengah-tengah masyarakat ternyata lebih dikenal dibandingkan dengan Sutjipto. &#8220;Ini bukan zamannya lagi untuk melakukan intimidasi atau pemaksaan kehendak. Lebih dominannya Pak Karwo dalam rakercabsus harus dimaknai proses internal di PDI Perjuangan untuk menuju pendewasaan diri dalam politik,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Komentar nyaris sama diungkapkan Moh. Zakaria. Kader PDIP dari Kecamatan Rubaru itu mengatakan, Sutjipto, adalah salah satu kader terbaik PDIP. &#8220;Kita tahu soal itu. Tapi, proses demokrasi yang dijalankan kita untuk menjaring kandidat pada pemilihan pilgub 2008 harus dijalankan secara objektif sebagai konsekuensi logis upaya penjaringan,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Artinya, suka atau tidak suka, kehadiran Karwo yang memang ditetapkan sebagai salah satu bakal calon bersama Sujjipto harus dinilai secara fair oleh kader PDIP se Jatim. &#8220;Kalau ada yang bilang terpilihnya Pak Karwo adalah pengkhianatan pada PDI Perjuangan, itu tidak sepenuhnya benar. Sebab, penjaringan yang memunculkan figur Karwo dan Tjipto ini merupakan program DPD. Pro dan kontra, wajar kok,&#8221; tukas Zakaria.</p>
<p>Sedang Ketua DPC PDIP Sumenep Hunain Santoso SH hanya meminta kader PDI Perjuangan kembali ke khittah untuk membesarkan dan memperjuangkan organisasi. Ada pun Pilgub Jatim 2006 hanya salah satu varian dari dinamika politik yang harus disikapi oleh kader PDI Perjuangan. &#8220;Artinya, agenda Pilgub tidak boleh memecah belah kader PDI Perjuangan. Kita kembalikan pada aturan main yang ada,&#8221; ujarnya singkat. (fiqzid/yat)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/darwin3100.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/darwin3100.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darwin3100.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darwin3100.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darwin3100.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darwin3100.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/darwin3100.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/darwin3100.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/darwin3100.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/darwin3100.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darwin3100.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darwin3100.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darwin3100.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darwin3100.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darwin3100.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darwin3100.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darwin3100.wordpress.com&amp;blog=2631155&amp;post=8&amp;subd=darwin3100&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darwin3100.wordpress.com/2008/07/27/pak-de-karwo-menang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a560a0ad914e6d3400a3a92a5602a0f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darwin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Waktu Seperti Pedang</title>
		<link>http://darwin3100.wordpress.com/2008/06/19/waktu-seperti-pedang/</link>
		<comments>http://darwin3100.wordpress.com/2008/06/19/waktu-seperti-pedang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 22:59:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darwin3100</dc:creator>
				<category><![CDATA[spirit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darwin3100.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[eramuslim &#8211; Zaman semakin modern, banyak orang merasa sangat sibuk. Baginya, waktu adalah uang. Kontras dengan itu, tidak sedikit pula manusia yang menghambur-hamburkan waktunya. Mereka memiliki motto: &#8220;Waktu muda hura-hura, waktu tua kaya raya, kalau mati masuk surga&#8221;. Namun pandangan &#8230; <a href="http://darwin3100.wordpress.com/2008/06/19/waktu-seperti-pedang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darwin3100.wordpress.com&amp;blog=2631155&amp;post=6&amp;subd=darwin3100&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span lang="SV">eramuslim</span></strong><span lang="SV"> &#8211; Zaman semakin modern, banyak orang merasa sangat sibuk. Baginya, waktu adalah uang. Kontras dengan itu, tidak sedikit pula manusia yang menghambur-hamburkan waktunya. Mereka memiliki motto: &#8220;Waktu muda hura-hura, waktu tua kaya raya, kalau mati masuk surga&#8221;. Namun pandangan mereka mungkin akan berubah kalau saja mereka bisa meresapi makna sebuah sya&#8217;ir Arab yang menggambarkan karakter sang waktu: <em>Al-Waqt ka al-saif. Fa in lam taqtha&#8217;haa qath&#8217;aka</em> (Waktu laksana pedang, jika kamu tidak memanfaatkannya maka ia akan menebasmu). </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">***<span id="more-6"></span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Waktu adalah salah satu dimensi dalam hidup manusia. Karakternya, waktu senantiasa berpacu secara cepat, tanpa terasa, dan tiba-tiba menghujam. Tidaklah heran mengapa masyarakat Arab mengkiaskan cepatnya waktu dengan kilatan pedang menyambar. Agar dapat meresapi cara mengatur waktu yang baik agaknya kita perlu belajar dari seorang ksatria mengenai teknik memainkan sebilah pedang. Saya teringat kisah kepiawaian sahabat nabi, Khalid bin Walid dalam bermain pedang. Begitu piawainya ia sampai-sampai dijuluki <em>Saifullah</em> (pedang Allah). </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Suatu saat Khalid memimpin pasukan Islam bertempur sengit di Yarmuk (wilayah perbatasan dengan Syria) melawan pasukan Romawi di bawah panglima Gregorius Theodore. Berkat kepandaiannya bermain pedang, banyak pasukan musuh terbunuh. Lalu terjadilah sebuah peristiwa yang mengesankan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Gregorius ingin menghindari jatuhnya banyak korban di pihaknya dengan menantang Khalid untuk berduel. Dalam pertempuran dua orang itu, tombak Gregorius patah terkena sabetan pedang Khalid. Gregorius lalu mengambil sebilah pedang besar. Ketika berancang-ancang perang lagi, Gregorius bertanya pada Khalid tentang motivasinya berperang dan kaitannya dengan Islam. Terkesan oleh jawaban Khalid, di hadapan ratusan ribu pasukan Romawi dan Muslim, Gregorius akhirnya menyatakan diri masuk Islam. Ia lalu belajar Islam sekilas, sempat menunaikan salat dua rakaat, bertempur di samping Khalid dan akhirnya mati syahid di tangan mantan pasukannya sendiri.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Apa rahasia kesuksesan Khalid? Ternyata kepandaiannya mengibaskan pedang dilandasi dengan iman kepada Allah SWT. Akibatnya lawan yang berhasil ditebasnya hanya musuh-musuh Islam. Sama halnya dengan waktu, berbagai aktivitas untuk mengisinya perlu juga didasari dengan iman yang kuat sehingga menjadi amal shaleh. Sebuah pelajaran yang menarik, bahwa berbuat baik saja ternyata tidak cukup tanpa dilandasi dengan iman dan sesuai dengan syariat-Nya. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Allah SWT pun sering mengingatkan manusia dalam berbagai firman-Nya mengenai pentingnya kedua kunci manajemen waktu tersebut. Bahkan dalam QS. Al-Ashr, Dia menambahkan dua kriteria lagi untuk menghindari kerugian yaitu saling nasehat-menasehati dalam kebaikan dan ajak-mengajak dalam kesabaran.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Manusia yang bisa memanfaatkan karunia waktu secara fitrah akan mencapai kesuksesan seperti Khalid bin Walid. Namun jika manusia lengah barang sedetik pun, pedang lawan bisa menghunusnya dan berakhir dengan penyesalan. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="EN-GB"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">***</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="EN-GB"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sikap seorang Muslim terhadap waktu dapat diibaratkan dengan sikap seorang ksatria terhadap pedang andalannya. Semakin sering berlatih dan bertempur, maka ia akan semakin berpengalaman dan semakin berkualitas permainannya, akhirnya semakin sulit dikalahkan. Namun demikian menjadi ksatria andalan tidak menjadikannya terlena, lengah, sombong, dan mengurangi latihan. Justru sebaliknya, ia makin meningkatkan kewaspadaan dan tekun berlatih di waktu senggang agar selalu tangguh. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="EN-GB"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ia tidak segan-segan mengevaluasi dirinya agar kualitas permainannya terus teruji. Seorang ksatria yang berilmu padi justru mempergunakan kepiawaiannya sesuai dengan porsi yang dibutuhkan, mengikuti aturan yang digariskan-Nya untuk membela <em>Diennullah</em>. Itu semua ia lakukan karena sangat paham bahwa kepandaiannya akan dimintai pertanggung-jawaban oleh Yang Maha Kuasa di akhirat kelak. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="EN-GB"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sabda Rasulullah saw. yang diriwayatkan Mu&#8217;adz bin Jabal,<em> &#8220;Tidak akan tergelincir (binasa) kedua kaki seorang hamba di hari kiamat, hingga ditanyakan kepadanya 4 perkara, usianya untuk apa ia habiskan, masa mudanya bagaimana ia pergunakan, hartanya dari mana ia dapatkan dan pada siapa ia keluarkan, ilmunya dan apa-apa yang ia perbuat dengannya.&#8221;</em> (HR. Bazzar dan Thabrani). </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="EN-GB"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Demikianlah, seorang muslim harus menyatukan sang waktu ke dalam jiwanya yang beriman sebagaimana pedang Khalid bin Walid yang berpadu dengan kemahirannya. Bukankah motto hidup seorang muslim seharusnya adalah <em>&#8220;Hayatuna kulluha &#8216;ibadah.&#8221;</em> (Hidup seluruhnya untuk ibadah).</span></span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB"> </span><span lang="EN-GB"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">***</span></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/darwin3100.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/darwin3100.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darwin3100.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darwin3100.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darwin3100.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darwin3100.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/darwin3100.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/darwin3100.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/darwin3100.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/darwin3100.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darwin3100.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darwin3100.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darwin3100.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darwin3100.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darwin3100.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darwin3100.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darwin3100.wordpress.com&amp;blog=2631155&amp;post=6&amp;subd=darwin3100&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darwin3100.wordpress.com/2008/06/19/waktu-seperti-pedang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a560a0ad914e6d3400a3a92a5602a0f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darwin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Takut Tantangan?</title>
		<link>http://darwin3100.wordpress.com/2008/06/19/mengapa-takut-tantangan/</link>
		<comments>http://darwin3100.wordpress.com/2008/06/19/mengapa-takut-tantangan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 22:55:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>darwin3100</dc:creator>
				<category><![CDATA[spirit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darwin3100.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[eramuslim &#8211; Dalam sebuah pelatihan kepemimpinan, seorang instruktur mengajukan sebuah kasus yang kelihatannya sederhana kepada para peserta. Andaikan Anda seorang nelayan (modern) yang harus berminggu-minggu di tengah laut menangkap ikan, apa yang akan Anda lakukan agar sesampainya di darat ikan &#8230; <a href="http://darwin3100.wordpress.com/2008/06/19/mengapa-takut-tantangan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darwin3100.wordpress.com&amp;blog=2631155&amp;post=5&amp;subd=darwin3100&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span lang="EN-GB">eramuslim</span></strong><span lang="EN-GB"> &#8211; Dalam sebuah pelatihan kepemimpinan, seorang instruktur mengajukan sebuah kasus yang kelihatannya sederhana kepada para peserta. Andaikan Anda seorang nelayan (modern) yang harus berminggu-minggu di tengah laut menangkap ikan, apa yang akan Anda lakukan agar sesampainya di darat ikan hasil tangkapan tetap segar? Beberapa peserta nampak tergugah dan terjadilah dialog yang makin lama makin seru dengan instruktur pelatihan. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">&#8220;Masukkan saja ikan-ikannya dalam freezer,&#8221;<span id="more-5"></span><br />
&#8220;Itu telah dilakukan. Tapi kesegarannya tetap akan berkurang, karena ketika sampai di darat ikan telah mati cukup lama,&#8221;<br />
&#8220;Kalau begitu, supaya tetap hidup, perlu disediakan semacam tangki air untuk menyimpan ikan,&#8221;<br />
&#8220;Itu pun telah dilakukan. Tapi karena terlalu lama berada dalam tangki, ikan-ikan itu tetap saja mati atau lemas dan tidak segar lagi ketika dijual ke konsumen. Padahal konsumen menginginkan ikan yang masih segar,&#8221;</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Menit-menit berlalu, tak satu solusi pun tampak sesuai sasaran. Akhirnya instruktur memberikan suatu jawaban yang cukup mengejutkan, yang tak pernah terpikirkan sedikit pun di benak peserta, mungkin juga Anda.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">&#8220;Solusi yang pernah dicoba dan ternyata berhasil adalah memasukkan seekor ikan hiu ke dalam tangki ikan,&#8221;</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Peserta nampak keheran-heranan mendengar solusi yang bagi mereka tak masuk akal itu.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="FI">&#8220;Bukannya ikan hiu itu justru akan memakan habis ikan-ikan lainnya?&#8221;<br />
&#8220;Ya, memang ada ikan yang dimakan ikan hiu itu, tapi jumlahnya sangat sedikit. Ikan-ikan lainnya tetap hidup sampai saatnya tiba di darat dan dijual ke konsumen dalam keadaan tetap segar,&#8221;<br />
&#8220;Mengapa demikian?&#8221;<br />
</span><span lang="SV">&#8220;Jawabannya adalah karena ikan-ikan itu mendapat tantangan dengan dikejar-kejar ikan hiu. Ternyata dengan adanya tantangan, kemampuan ikan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya semakin tinggi. Ikan-ikan tersebut justru mampu bertahan hidup lebih lama dengan adanya ikan hiu di sekitar mereka. </span><span lang="PT-BR">Itulah hukum alam.&#8221;</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="PT-BR"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">***</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="PT-BR"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ilustrasi di atas dapat dianalogikan pada manusia. Kita akan menjadi manusia yang lemah, malas bekerja keras bahkan segan beribadah, dan cenderung santai jika tidak mendapat tantangan yang besar dalam hidup ini. Tantangan akan meningkatkan kecerdasan, kompetensi atau kemampuan diri dalam berusaha menyelesaikan masalah. Bayangkan bila kita tidak merasa ditantang, kita tidak akan pernah terlatih untuk menghadapi masalah, apalagi mau menyelesaikannya. Namun demikian, kadang kala sebuah tantangan bisa menjadi suatu hambatan untuk maju, manakala kita tidak berani menghadapinya, sehingga menjadikan kita seorang <em>looser</em>. Dalam kasus di atas ibaratnya ikan kecil yang kurang gesit, sehingga dapat dimakan oleh ikan hiu. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="PT-BR"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sesungguhnya Allah lah yang menciptakan tantangan kepada manusia di dunia ini dan sekaligus menyediakan balasannya (<em>reward and punishment</em>), sebagai sarana peningkatan kualitas ketaqwaan. Kadar tantangan-Nya sudah ditakar sangat akurat sesuai dengan kemampuan kita masing-masing, sebagaimana tercermin dalam QS. Al Baqarah 286: <em>&#8220;Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan/tindakan buruk) yang dikerjakannya&#8221;</em>.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="PT-BR"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kemampuan dalam menghadapi masalah sebagian besar tidak kita dapatkan di bangku sekolah. Sekolah hanya mengajarkan alat dan metoda yang bisa kita gunakan untuk menyelesaikan masalah. <em>However, a man behind the gun will mostly determine to win a war</em>, kemampuan kitalah yang lebih menentukan. Kemampuan akan lebih meningkat jika kita terus mengasahnya di dunia nyata (pekerjaan, rumah tangga, lingkungan sosial). Semakin kita berhasil melewati tantangan akan menumbuhkan semangat baru untuk menyelesaikan tantangan-tantangan berikutnya</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="PT-BR"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Suatu ketika umat Islam mendapat sebuah tantangan. Pada saat itu Rasulullah SAW dan kaum muslimin dikepung oleh pasukan kafir yang bersekutu sehingga jumlahnya berlipat ganda dalam perang Ahzab. Namun ketika sedang memecahkan batu dan menggali parit perlindungan, tiba-tiba dengan izin-Nya Rasulullah SAW mendapat &#8216;gambaran&#8217; mengenai masa depan Islam. Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah SAW mengatakan:</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span lang="PT-BR">&#8220;Allahu Akbar! Aku telah dikaruniai kunci-kunci istana negeri Persi, dan nampak olehku dengan nyata istana-istana negeri Hirah begitu pun kota-kota maharaja Persi dan bahwa umatku akan menguasai semua itu. Allahu Akbar! Aku telah dikaruniai kunci-kunci negeri Romawi, dan tampak olehku dengan nyata istana-istana merahnya, dan bahwa umatku akan menguasainya.&#8221;</span></em><span lang="PT-BR"> Pada saat itu Persi dan Romawi adalah dua imperium besar yang mengelilingi jazirah Arab dan menjadi simbol kekuatan tak terkalahkan selama berabad-abad.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="PT-BR"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ini adalah sebuah tantangan Allah yang digulirkan oleh Rasulullah kepada kaum Muslimin. Dengan lecutan tantangan ini, Rasulullah dan para sahabatnya kembali bersemangat dan berhasil memenangkan perang Ahzab (Khandaq) walaupun jumlah pasukannya sangat sedikit. Dan tantangan yang dikatakan Rasulullah dalam hadits tersebut juga menambah semangat syiar Islam dan kelak berhasil diwujudkan pada masa Khulafaur Rasyidin dan Kekhalifahan Utsmaniyah. Begitulah, apa yang pada masa itu tampaknya tidak mungkin terjadi, pada kenyataannya bisa terwujud di kemudian hari.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="PT-BR"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Suatu tantangan tidak harus datang dari luar, namun kita bisa menciptakannya dari diri kita sendiri. Tantangan dalam pekerjaan, keluarga, ataupun dakwah dapat diwujudkan sebagai suatu target pencapaian yang harus dibuat lebih tinggi dari kondisi sekarang. Jangan pikirkan itu sesuatu yang tidak bisa dicapai. Justru dengan tingginya suatu target, kita menjadi terpacu untuk lebih maju, bekerja lebih keras dan berfikir lebih kreatif. Tentu saja suatu target apakah akan dapat terwujud, tertunda untuk sementara waktu, atau bahkan tidak terwujud itu merupakan hak prerogatif Allah semata. </span></span></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="EN-GB">Wallahu &#8216;alam bishshowab</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/darwin3100.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/darwin3100.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/darwin3100.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/darwin3100.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/darwin3100.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/darwin3100.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/darwin3100.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/darwin3100.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/darwin3100.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/darwin3100.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/darwin3100.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/darwin3100.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/darwin3100.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/darwin3100.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/darwin3100.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/darwin3100.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=darwin3100.wordpress.com&amp;blog=2631155&amp;post=5&amp;subd=darwin3100&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://darwin3100.wordpress.com/2008/06/19/mengapa-takut-tantangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a560a0ad914e6d3400a3a92a5602a0f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">darwin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
